Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Strategi Membuat Siswa Aktif dalam Pembelajaran Online

Strategi-Membuat-Siswa-Aktif-dalam-Pembelajaran-Online

Mengajar selama pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seluruh pendidik. Agar bisa membuat siswa tertarik dan mau mengikuti jalannya kegiatan belajar mengajar sampai tuntas diperlukan strategi dan metode khusus. Sementara setiap siswa memiliki karakteristik yang tidak sama dan masing-masing berada di tempat dan kondisi yang juga berbeda.

Banyak Guru yang mengeluh karena anak didiknya kebanyakan tidak serius dan fokus mengikuti KBM secara online. Padahal persiapan yang dilakukan sudah maksimal. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi guru untuk segera mencari solusi yang ideal.

Penyebab Siswa Tidak Aktif dalam KBM

Penyebab siswa tidak aktif selama KBM online disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum dapat dibagi dua yaitu faktor eksternal dan internal.

Faktor internal berkaitan dengan kondisi dan motif dari diri peserta didik itu sendiri, contohnya seperti:

  • Kondisi kesehatan; 
  • Kecapean/lelah; 
  • Stress;
  • Sedang malas dan kurang motivasi; 
  • Tidak tertarik dengan materi dan 
  • Faktor intrinsik lainnya yang turut mempengaruhi.

Sementara faktor eksternal, berkaitan dengan kondisi yang datang dari luar diri siswa, contohnya seperti: 

  • Penyampaian materi yang monoton dan kurang menyenangkan; 
  • Guru kurang membangun hubungan interaksi yang baik kepada siswa; 
  • Penggunaan metode dan strategi yang kurang sesuai; 
  • Terlalu banyak ceramah; 
  • Media pembelajaran yang tidak menarik; 
  • Koneksi internet yang buruk; serta 
  • Faktor lainnya yang turut berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap pembelajaran. 

Sehingga itu, dalam KBM daring dengan segala kondisi yang bisa terjadi, sebagai pendidik perlu mensiasati dengan berbagai pendekatan dan strategi.

Tentu saja belajar daring akan berbeda kondisinya dengan belajar secara konvensional. Dalam belajar daring siswa lebih sulit dipantau dan dikontrol. Pemahaman siswa juga menjadi terbatas dan tentu banyak gangguan yang datang saat proses pembelajaran berlangsung. 

Pentingnya Keaktifan Siswa dalam KBM

Keaktifan belajar berdasarkan studi dan penelitian yang pernah dilakukan ternyata dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Sesuai dengan pendapat E. Mulyasa (2004) yang menyatakan bahwa:

“keaktifan belajar siswa sangatlah penting sebab keaktifan belajar siswa menjadi penentu bagi keberhasilan pembelajaran yang diikuti. Dengan membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran maka akan berdampak pada prestasi siswa”. 

Sementara itu penelitian Eko Prasetyo (2010) menjelaskan bahwa:

“berkurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran akan menjadikan prestasi dan hasil belajar siswa cenderung menurun”.

Dari pernyataan beberapa ahli tersebut menunjukkan pentingnya keaktifan murid dalam KBM. Karena sejatinya ketika siswa aktif menandakan jika anak tersebut ingin belajar dan menyukai bagaimana Anda mengajar. 

Selanjutnya adapun indikator keaktifan siswa berdasarkan jenis aktivitasnya menurut Paul D. Deirich dalam (Wahyuni, 2012) yaitu:

  1. Keaktifan visual, contohnya seperti kegiatan siswa saat membaca materi yang ada di buku, mengamati secara cermat praktik atau eksperimen yang dilakukan oleh guru atau siswa lain, dan sebagainya. 
  2. Keaktifan menulis, misalnya saat mencatat penjelasan materi yang dijelaskan Guru, menulis tugas laporan, karangan, atau resume materi dari buku atau sumber belajar lain. 
  3. Keaktifan motorik, contohnya seperti saat melakukan eksperimen, membuat model atau prakarya, dan sebagainya. 
  4. Keaktifan lisan (oral), misalnya kegiatan siswa saat menyampaikan suatu fakta atau konsep yang berhubungan dengan materi pembelajaran, mengajukan pertanyaan kepada guru, bertanya kepada siswa yang melakukan presentasi, dan sebagainya. 
  5. Keaktifan mendengarkan, misalnya saat mendengarkan dengan seksama penyajian materi dari guru, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan dan mengamati presentasi hasil tugas siswa lainnya. 
  6. Keaktifan menggambar, misalnya saat membuat mind mapping, menggambar konsep materi sesuai dengan pemahaman, membuat grafik, diagram dan peta. 
  7. Keaktifan mental, misalnya saat siswa merenung, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, mengatasi masalah dan tekanan dengan tenang, menganalisis sebab-akibat dan membuat keputusan dengan bijak. 
  8. Keaktifan emosional, contohnya seperti memiliki minat dan motivasi belajar, berani berpendapat, bersikap tenang, percaya diri saat mengemukakan pendapat, dan sebagainya. 

Dari beberapa indikator di atas bisa memberikan gambaran bagi Guru apakah siswa yang diajarkan memiliki ketertarikan dan aktif dalam pembelajaran ataukah sebaliknya.

Apabila mayoritas siswa belum sepenuhnya aktif dan fokus memperhatikan Anda mengajar maka sepatutnya ambil langkah evaluasi dan cobalah minta saran dan masukkan dari siswa-siswa Anda bagaimana pola dan pengaturan pembelajaran yang membuat siswa Anda tertarik dan merasa nyaman. Karena keberhasilan pembelajaran seyogyanya tergantung dari sejauh mana siswa bisa ikut berpartisipasi aktif dan mampu mengaplikasikan apa yang dipelajarinya tersebut.

Tips membuat kelas online menjadi aktif

Tentu saja mengajar secara online memiliki tantangan yang lebih sulit karena Guru harus mampu menyajikan materi tanpa bertemu langsung dengan siswa. Hal ini tentu jika tidak disiapkan secara matang proses pembelajaran akan menjadi tidak efektif dan optimal.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan perangkat pembelajaran dan aplikasi yang dipakai. Diusahakan perangkat pembelajaran digital yang digunakan itu mudah dan praktis digunakan serta saling terintegrasi.

Rekan guru bisa mencoba perangkat digital yang ditawarkan Lenovo yaitu: Movable Video Conference Kit, Distance Learning With Live Studio, Auto Tracking Camera and Whiteboard serta bisa diintegrasikan dengan aplikasi pengelolaan pembelajaran Microsoft Teams yang memiliki beragam fitur yang sesuai kebutuhan pembelajaran online.

Selain berkaitan dengan perangkat teknologi yang baik, Guru juga perlu meningkatkan keaktifan siswa dengan cara lain. Karena pendidik memang memiliki tugas untuk mencari jalan keluar atas kendala pembelajaran yang dihadapi siswa.

Mc Keachie mengemukakan 6 aspek yang bisa memicu keaktifan siswa dalam proses pembelajaran diantaranya:

  1. Libatkan siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran. 
  2. Menekankan aspek afektif dalam setiap kegiatan belajar. 
  3. Libatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar siswa. 
  4. Buat kekompakkan antar siswa dengan membentuk kelompok belajar. 
  5. Berikan kebebasan dan kemandirian belajar kepada siswa dan beri kesempatan untuk mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran. 
  6. Sediakan waktu khusus untuk mengatasi kendala dan masalah yang dihadapi oleh siswa baik berhubungan maupun tidak berhubungan dengan pelajaran.
Beberapa strategi dan cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa seperti pendapat Gagne dan Briggs (dalam Mayasa : 2013) diantaranya: 

  • Guru perlu memberikan dorongan dan stimulus untuk menarik perhatian peserta didik, misalnya dengan bertanya mengenai kendala pembelajaran siswa atau ajak bermain games. 
  • Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa Anda ketika menyampaikan materi. Lebih bagus lagi jika menggunakan contoh. 
  • Memberikan petunjuk pembelajaran yang jelas dan terstruktur. 
  • Seorang guru sesering mungkin untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada peserta didik agar dapat menunjang keaktifannya 
  • Memberikan tes singkat kepada peserta didik saat diakhir pembelajaran 
  • Selalu menyimpulkan setiap materi yang diberikan kepada peserta didik di akhir pelajaran. 
  • Gunakan perangkat pembelajaran digital yang mudah digunakan dan familiar bagi siswa.

Itu dia beberapa strategi dan aspek yang perlu diperhatikan oleh Guru agar siswa bisa menjadi aktif dalam proses pembelajaran tatap muka maupun hybrid. Rekan pendidik juga bisa mengikuti program Lenovo EdVision agar mendapatkan pelatihan dan dukungan perangkat digital dari Lenovo dan Microsoft.

Tentu saja program ini disiapkan agar proses pembelajaran online menjadi lebih praktis dan menarik bagi siswa, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih bersemangat dan aktif dalam proses pembelajaran.

Terima Kasih dan semoga bermanfaat.

Salam Literasi Digital!

Sumber: Lenovo Indonesia

Post a Comment for "Strategi Membuat Siswa Aktif dalam Pembelajaran Online"