Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

#13 Daftar Learning Management System (LMS) Open Source

#13-Daftar-Learning-Management-System-(LMS)-Open-Source

Open Source (sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). 

Pola pengembangan ini mengambil version ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah software Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan atau pun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Sedangkan Learning Management System adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan, application pembelajaran elektronik, dan isi pelatihan. Sebuah LMS yang kuat harus bisa melakukan hal berikut: menggunakan layanan self-service dan self-guided mengumpulkan dan menyampaikan konten pembelajaran dengan cepat

Secara umum, pengertian Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian konten pembelajaran.

Sistem ini bisa membantu para guru untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengelola aktivitas belajar para siswa, mengelola nilai, merekapitulasi absensi para siswa, menampilkan transkrip nilai, dan mengelola tampilan e-learning.

Karena berbasis aplikasi digital, selain memudahkan para guru dalam merencanakan proses belajar online, LMS juga memudahkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran dari mana saja dan kapan saja.

Lewat LMS, Bapak dan Ibu Guru lebih mudah membuat konten pembelajaran on line, mulai dari perencanaan, pelaporan, hingga dokumentasi. Melalui LMS ini, Bapak dan Ibu Guru dapat memanfaatkan konten-konten dalam bentuk digital, seperti artikel, e-book, animasi, suara, dan video yang menarik. Dengan cara ini, proses pembelajaran pun akan lebih menyenangkan. 

Beberapa contoh LMS berlisensi yang bisa Bapak dan Ibu Guru coba yakni Moodle, Dokeos, Atutor, Docebo, Claroline, Chamilo, dan OLAT. Berikut 12 daftar LMS Open Source yang perlu kamu ketahui dan coba:

Moodle

Moodle adalah aplikasi web open source bagi pendidik dan mungkin salah satu LMS gratis yang paling populer di pasaran pada saat ini. Moodle adalah perangkat lunak LMS open source sehingga terus-menerus ditingkatkan dan dikembangkan. 

Namun, kamu mungkin perlu menyewa pihak ketiga untuk menyesuaikan platform-nya agar sesuai dengan kebutuhan kamu. Gratis bukan berarti kamu tidak perlu mengeluarkan uang, namun kamu patut mencobanya. Mungkin saja fitur yang sudah langsung tersedia cocok dengan kebutuhan kamu.

Karena Moodle adalah pemain besar open source dalam ranah LMS, Moodle didukung oleh komunitas yang besar dan aktif dengan ribuan plugin dan pilihan untuk menyesuaikannya dengan spesifikasi yang tepat bagi kamu. 

Selain itu, terdapat banyak dokumentasi on-line tentang Moodle untuk membantu kamu serta banyak kursus langsung pakai yang dapat kamu gunakan daripada membuat konten kamu sendiri. 

Akan tetapi, semua ada biayanya, dan Moodle sering dikritik karena terlalu rumit dan sulit dipelajari oleh orang awam. Kekurangan lainnya adalah sistem pelaporan yang tidak lengkap dan tidak ada cara mudah untuk mengelola kelompok peserta didik.

Chamilo

Chamilo adalah e-learning perangkat lunak bebas dan sistem manajemen konten, yang bertujuan untuk meningkatkan akses ke pendidikan dan pengetahuan secara global.

Chamilo adalah perangkat lunak gratis (di bawah GNU/GPL lisensi) e-learning dan manajemen konten sistem, yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan pengetahuan secara global. Hal ini didukung oleh Chamilo Association, yang memiliki tujuan termasuk promosi perangkat lunak, pemeliharaan saluran komunikasi yang jelas dan pembangunan jaringan penyedia layanan dan kontributor software.

Inti dari Chamilo adalah membuat E-learning dengan cepat tanpa harus mencari referensi terlalu banyak.

Kelebihan Chamilo dengan aplikasi E-Learning lainnya adalah:

  • Selain Open Source, Chamilo juga bisa dihubungkan secara international dengan pendidikan luar negeri.
  • Dukungan visual yang banyak membuat user lebih mudah memahami, dan inilah salah satu kelebihan Chamilo yang tidak dimiliki oleh E-Learning lainnya.
  • Chamilo lebih responsif jika dibandingkan dengan E-Learning lainnya
  • Semua fitur Chamilo dalam pembuatan E-Learning bisa diintegrasikan dengan aplikasi E-Learning lainnya, seperti Hot Potatoes, Moodle dan sebagainya.

Blackboard CourseSites

Blackboard adalah salah satu nama besar dalam dunia pendidikan on line. Banyak universitas besar, organisasi korporat, dan lembaga pemerintah yang menggunakan LMS utama mereka yang disebut “Blackboard Learn”. 

Namun, mereka telah merilis CourseSites untuk komunitas guru dan akademisi individual. Ini adalah LMS open source yang bagus, tapi karena terfokus pada melayani instruktur secara individual, ada batasan yang ditetapkan (misalnya batas unggah 500MB dan hanya 5 kursus yang dapat ditambahkan).

CourseSites bukan perangkat lunak open source sehingga terdapat beberapa masalah open source yang tipikal (seperti kurangnya dukungan, persyaratan bahwa kamu harus “jago ngoprek”, dan lain-lain). 

CourseSites juga merupakan sistem yang sangat ramah pengguna. Akan tetapi, CourseSites tidak memiliki beberapa fitur berbayar yang ditawarkan oleh Blackboard sehingga mungkin kurang bermanfaat bagi lembaga dan organisasi itu sendiri.

Schoology

Selanjutnya, pilihan “freemium” dengan banyak fitur yang besar bagi guru dan perusahaan individual. LMS ini memiliki banyak fitur yang menarik dengan tampilan visual yang mengesankan, misalnya sebuah buku penilaian online, lembar kehadiran, dan pencatat penggunaan fitur oleh mahasiswa.

Fungsionalitas dan workflow mobile Schoology sangat bagus, ditambah lagi dengan antarmuka yang modern dan integrasi dengan aplikasi-aplikasi cloud terbaru. 

Kekurangannya, Schoology tidak memiliki fitur-fitur selengkap Moodle, dan tidak ada fasilitas berkirim pesan pribadi antar siswa.

Dokeos

Dokeos adalah platform pembelajaran open source. Situs ini memiliki beberapa template kuis yang tinggal pakai dan perangkat untuk menulis kursus. Pada website nya kamu dapat mengunjungi halaman “video” untuk melihat daftar tutorial yang tersedia dengan platform berbasis PHP. Kamu dapat melihat sekilas bagaimana cara kerja back-end admin kursus.

Dengan fitur Dokeos ”Oogie Rapid Learning”, sangat mudah untuk mengonversi Powerpoint dan OpenOffice menjadi SCORM, dan lebih mudah mempelajari Dokeos daripada Moodle (dan tampilannya terlihat lebih baik bila estetika adalah prioritas). 

Dalam Dokeos sulit untuk menyesuaikan tingkat pengguna, dan para pengguna telah melaporkan bahwa response time untuk pertanyaan/masalah pada forum cukup lama sehingga dukungan mungkin menjadi masalah.

Academy Of Mine 

Meskipun secara teknis tidak free, situs ini menawarkan banyak layanan yang tidak ditawarkan oleh LMS free

Pertama-tama, banyak LMS gratis yang tidak memungkinkan kamu untuk mengomersilkan kursus kamu. Kamu dapat menawarkan kursus kamu, tapi kamu tidak dapat menghasilkan uang darinya. 

Di sini kamu dapat menjual dan menghasilkan uang dari perangkat lunak kursus on-line kamu. 

Kedua, banyak fitur pada LMS free yang kurang memuaskan dari sudut pandang rancangannya. Kamu dapat melihat live demo situs ini untuk melihat bagaimana platform pembelajarannya. 

Ketiga, mereka mengklaim bahwa situsnya lebih baik daripada yang gratis karena benar-benar dapat menghasilkan uang bagi para penyedia pelatihan. Situs ini membantu kliennya menghasilkan ribuan dolar lebih banyak dari bulan ke bulan. 

Bila kamu dikenakan biaya $100 tapi bisa menghasilkan $3000, kamu tidak benar-benar mengeluarkan biaya. Dan kamu tetap mendapatkan 100% dari penjualan kamu.

Akan tetapi bila kamu benar-benar ingin yang 100% gratis, silakan lihat pilihan-pilihan LMS yang gratis dan atau open source.

Latitude Learning

Latitude Learning adalah LMS yang kaya akan fitur freemium. Kamu dapat menggunakan LMS mereka untuk 100 pengguna. Ini adalah pilihan yang bagus untuk guru individual yang mengajar kelas-kelas. 

Bila kamu ingin melampaui 100 pengguna, kamu akan dikenakan biaya sekitar $2 – $4 per pengguna aktif. Ad-on LMS yang tersedia (seperti kelas virtual yang harganya $600) juga akan ditambahkan ke dalam biaya LMS bila kamu akan membutuhkannya untuk progamme online kamu.

Dengan lebih dari tiga juta pengguna, fokus Latitude Learning pada pelatihan perusahaan membedakannya dari LMS lain yang lebih terfokus secara akademis. Namun, Latitude Learning belum memiliki dukungan cellular, dan ad-on yang ditawarkannya bisa mahal bila kamu perlu untuk menambah salah satu fungsinya.

Sakai 

Pilihan open source yang lain adalah Sakai, seperti yang dinyatakan di website nya, “Setiap hari anggota masyarakat berbagi ribuan interaksi – membangun dan meningkatkan aplikasi, meminta bantuan, berkolaborasi dalam proyek, dan menikmati hubungan yang dihasilkan dari pekerjaan ini”.

Sakai mendapat dukungan dari sebuah yayasan pendidikan yang mengawasi pengembangan strategis perangkat lunaknya. Ini berarti sumber daya yang signifikan ($6 juta per tahun dibandingkan dengan Moodle $12.000 per tahun) dapat digunakan jika timbul masalah besar. 

Karena Sakai berbasis Java (bukan LAMP), ada yang berpendapat bahwa hal ini menyebabkan total biaya kepemilikan bagi pengguna meningkat. Server dan pengembang Java biasanya lebih mahal daripada PHP. 

Selain itu, Sakai memiliki segmen pelanggan yang terbatas dan tidak ada komunitas pendukung yang luas, plugin dan add-on sebagaimana halnya Moodle.

.LRN

LMS ini (dibaca “dot learn”) pada awalnya dikembangkan di MIT. .LRN digunakan oleh lebih dari setengah juta pengguna di perguruan tinggi, pemerintah, organisasi nirlaba, dan K-12 di seluruh dunia. 

Situs ini banyak menyediakan alat-alat mengajar yang bagus (forum, penilaian, kalender, evaluasi, survei, silabus, penyimpanan file, dan masih banyak lagi).

eFront

Daftar selanjutnya, eFront menawarkan LMS “freemium” (gratis premium) yang inti dari perangkat lunaknya adalah open source, tetapi solusi-solusi yang di-host dikenakan biaya antara $85 – $1990 per bulan.

Karena eFront adalah open source yang didukung oleh perusahaan nirlaba, forum dukungan cenderung aktif dan masalah teknis biasanya bisa diatasi. 

Akan tetapi, versi open source free eFront tidak memiliki fungsionalitas dan sertifikasi eCommerce, serta integrasi media sosial.

Udemy

Udemy adalah pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin menjual kursusnya secara online. Karena Udemy menangani pemasaran kursus on-line kamu, dukungan pelanggan, website hosting, dan sebagainya, mereka mengambil 50% dari penjualan kursus kamu. 

Di Udemy tidak ada biaya bulanan sehingga kamu dapat mengajarkan kursus kamu secara free  dari situs mereka.

ATutor

Alangkah baiknya bila situs LMS memungkinkan kamu untuk melihat demo LMS mereka. ATutor melakukan hal ini dengan baik. 

Di ATutor kamu dapat mengklik “try the demo” untuk mencoba LMS ini. Terdapat banyak fitur yang bagus dan multifungsi. 

Selain itu, LMS ini juga open source sehingga terus-menerus ditingkatkan dan dimutakhirkan.

ILIAS

Sebuah LMS open source bersertifikat SCORM (Sharable Content Object Reference Model). ILIAS adalah perangkat serbaguna yang dapat digunakan sebagai pemutar (video) kursus yang fleksibel, sebagai alat untuk menulis kursus, dan juga sebagai platform komunikasi dan kolaborasi.

ILIAS memiliki riwayat yang panjang (lebih dari 13 tahun) dan telah berhasil mempertahankan basis pengguna yang terus tumbuh dan code-base yang koheren. 

Jika kamu sedang mencari LMS dengan keamanan yang kuat, yang mungkin akan bertahan untuk sementara, mungkin LMS ini yang kamu butuhkan. 

Namun, antarmuka ILIAS agak menyusahkan, dan beberapa fitur yang dimiliki LMS lain (seperti integrasi mobile) memerlukan instalasi plugin atau add-on lainnya.

Selamat mencoba!

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

#dari berbagai sumber

Post a Comment for "#13 Daftar Learning Management System (LMS) Open Source"