Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Jangan Abaikan Jejak Digital

Jangan-Abaikan-Jejak-Digital

Internet adalah sebuah dunia digital yang sangat luas. Banyak sekali hal yang terdapat di internet, mulai dari informasi teks, gambar, video, dan sebagainya. Seiring perkembangan teknologi menjadikan semuanya terasa mudah. Bahkan dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan adanya internet, semua bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Seperti untuk belajar daring, kerja dari rumah, hingga sebagai hiburan.

Sadarkah kalian bahwa semua hal dan aktivitas yang terjadi di internet itu terekam, bahkan sulit dihilangkan jejaknya?

Bijak dalam Ber-Internet

Tingkat literasi dan kesadaran masyarakat Indonesia terkait keamanan siber masih sangat rendah. Dengan semakin tingginya angka kejahatan siber di Indonesia, hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan yang sangat serius. Selain peningkatan jumlah tenaga ahli pada bidang Teknologi Informasi, Indonesia juga membutuhkan masyarakat yang dapat menerapkan perilaku bijaksana dalam beraktivitas di dunia siber. Untuk itu, diperlukan sosialisasi dan juga edukasi kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran dan literasi yang memadai terkait keamanan siber.

“ It is only when they go wrong that machines remind you how powerful they are” – Clive James

Semakin teknologi berkembang, semakin beragam pula kesempatan dan tantangan yang muncul bersamaan dengannya. Berselancar di internet mungkin masih menjadi hal yang seringkali dianggap sangat jauh dari resiko kejahatan karena kita belum pernah menjadi korbannya. Tetapi jika sudah berhadapan sendiri dengan masalah yang ditimbulkan, kita akan mulai menyadari betapa kuatnya mesin dan sistem komputer saat ini. 

Oleh karena itu, untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, perlu adanya pemahaman bagaimana sistem operasi dan cara penggunaan yang tepat guna agar internet dan dunia siber dapat kita dikendalikan, bukan justru mengendalikan kita.

Perkembangan internet di Indonesia saat ini terjadi begitu cepat. Hal ini memberi pengaruh besar terhadap terciptanya gaya hidup baru. Gaya hidup baru yang membuat kita menjadi hidup jauh lebih dekat dengan internet. Dimana hampir sebagian besar lini kehidupan kita seakan-akan terus bersentuhan dengan produk teknologi ini. Namun di balik kemajuannya, ada beberapa fenomena yang terjadi seiring dengan perkembangan internet. Salah satunya adalah kejahatan di internet atau kejahatan siber. Kejahatan siber sendiri dapat memberikan kerugian baik secara materil dan non materil yang berpotensi terjadi bahkan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan ini dengan memahami dan mengenal lebih dekat kemanan siber. 

Pengertian Jejak Digital

Jejak digital adalah kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di komputer atau laptop (tanpa terhubung internet) maupun yang disimpan secara online (terhubung ke internet).

Digital Footprint atau jejak digital adalah takah (tata naskah) data yang tertinggal setelah kita beraktifitas di internet. Jejak digital merupakan sesuatu yang tidak bisa dengan mudah dihilangkan dan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terlebih dengan adanya media sosial yang berperan besar dalam "menyimpan" jejak digital tersebut. Hal ini cukup berbahaya. Pasalnya, jejak yang ditinggalkan di dunia maya merupakan informasi yang dapat menggambarkan kepribadian kita.

Ada dua jenis jejak digital, yaitu jejak digital pasif dan jejak digital aktif. 

1. Jejak Digital Pasif

Untuk jejak digital pasif biasanya tidak ada tindakan yang dilakukan, seperti terekamnya alamat IP, riwayat pencarian, dan lokasi. 

2. Jejak Digital Aktif

Sedangkan jejak digital aktif merupakan segala jejak digital yang tercipta atas peran aktif si pengguna. Contohnya seperti unggahan media sosial, mengisi formulir daring, dan juga mengirim surel.

Oleh karena itu, penting sekali bagi siswa, guru, dan sekolah untuk paham dengan jejak digital. Jangan sampai kita meninggalkan jejak digital yang buruk.

Jangan Abaikan Jejak Digital

Jangan-Abaikan-Jejak-Digital
Doc. @ditsmp.kemdikbud 

Mengapa kita tidak boleh abai tentang jejak digital? Ini yang harus kita lakukan:

  1. Memeriksa Jejak Digital. Jika terdapat jejak digital yang kurang baik, sebaiknya segera hapus atau sembunyikan.
  2. Bijak Sebelum MenulisIni diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atai mengunggah apapun di internet.
  3. Perhatikan Perangkat MobilePelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut kemudian pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan "menarik" data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.
  4. Bangun Citra Diri yang Positif. Jika kita sering bermedia sosial atau selalu dekat dengan perangkat internet, maka selalu gunakan akses internet untuk hal yang positif.

Cara Melindungi Data Pribadi di Internet

Internet telah memberikan kemudahan dalam berbagai hal bagi para penggunanya. Kendati demikian, terdapat bahaya yang mengintai di dunia maya tersebut. Ancaman bahayanya mulai dari pencurian data, pencurian kekayaan intelektual, sabotase, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita harus mewaspadai kejahatan-kejahatan yang ada di internet.

Data pribadi adalah salah satu hal yang mesti diperhatikan dan diwaspadai dari kejahatan siber. Alasannya adalah karena data pribadi bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan data, mereka bisa membobol akun pribadi, membuat akun pinjaman online menggunakan data kita, menjadikan kita sasaran iklan internet, dan menjual data untuk kepentingan marketing.

Berikut ini adalah cara untuk melindungi data pribadi di internet, diantaranya adalah sebagai berikut:

Jangan-Abaikan-Jejak-Digital
Doc. @ditsmp.kemdikbud
1. Memastikan Data Terenkripsi

Setiap situs memiliki sistem keamanan enkripsi untuk memastikan data terkode dengan amat saat dikirimkan lewat situs website. Contohnya seperti Secure HTTP atau yang disebut dengan HTTPS dan sertifikasi SSL. Biasanya situs yang memiliki keamanan enkripsi data bisa diketahui dengan alamat situs yang diawali dengan https. Selain itu, keamanan juga bisa dilihat dengan adanya logo gembok di kiri atas sebelah tautan situs.

2. Berhati-hati Saat Menggunakan Jaringan Wi-Fi

Kita harus berhati-hati ketika sedang berada di tempat umum dan menemukan Wi-Fi yang bisa diakses secara gratis. Jaringan Wi-Fi ini bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi kita. 

Biasanya menggunakan access point palsu yang jika seseorang login maka data pribadinya akan tercuri. Hindarilah access point yang berpotensi meminta usernamepassword, dan informasi pribadi lainnya.

3. Waspadai Tautan Phising

Saat ini banyak sekali tautan (link) yang mengatasnamakan instansi atau organisasi. Dalam beberapa kasus, link tersebut dapat mengarahkan ke halaman login palsu sebagai jebakan dan mencuri data pribadi kita. Caranya adalah jangan asal memberikan data pribadi di situs yang tidak tepercaya. Periksa kembali alamat (domain) situs, contohnya untuk situs pemerintahan menggunakan domain .go.id seperti https://www.kemdikbud.go.id/.

Sederhananya, cara utama menghindari phishing adalah dengan tidak mudah percaya pada apa yang dibaca di internet. Secara default, kita harus selalu menaruh rasa curiga terhadap setiap tautan dan lampiran yang diterima. Sesuatu yang terlihat terpercaya belum tentu benar-benar terpercaya. Ini memang terdengar seperti paranoid. Tapi secanggih apapun sistem keamanan, human error masih bisa terjadi. Lebih baik waspada, daripada menyesal di kemudian hari, kan?

Mengenai domain, silahkan baca artikel saya tentang Tahukah Kamu, Apa itu Domain? 

4. Gunakan Password yang Sulit Ditebak

Password atau kata sandi adalah hal yang paling penting dalam akses login. Oleh karena itu, gunakanlah kata sandi yang sulit untuk ditebak. Hindari penggunaan kata sandi menggunakan tanggal lahir ataupun nama. Selain itu, ganti kata sandi atau password setiap tiga bulan sekali.

5. Gunakan Metode Incognito Ketika Sedang Berinternet

Saat berselancar di internet, gunakanlah mode Incognito (penyamaran). Saat ini kebanyakan browser canggih sudah memiliki mode ini. Di dalam mode ini akan mematikan perekaman data ketika browsingBrowser tidak akan merekam alamat situs dan laman yang telah dikunjungi. Browser juga tidak dapat merekam datapribadi, seperti nama pengguna untuk loginpassword, juga cache dan cookies dari situs web yang kita kunjungi.

Cara Menghapus Jejak Digital dengan Melalui Google Support

Jejak Digital adalah kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital di internet juga memiliki kemungkinan melanggar privasi pengguna. 

Google selaku mesin pencarian paling populer di dunia menyediakan opsi untuk menghapus jejak digital pengguna bila dinilai melanggar hak pengguna atau kebijakan produk Google.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Buka legal help di halaman Google Support.
  2. Klik opsi "create a request"
  3. Pilih produk Google yang yang kontennya ingin dihapus.
  4. Masukkan alasan permohonan penghapusan konten. Ada enam pilihan yang disediakan, diantaranya adalah: "right to be forgotten", melaporkan phising, pencemaran nama baik, masalah hak cipta, hingga masalah hukum lainnya.
  5. Nantinya akan ada tautan yang disertakan untuk setiap konten dari produk Google yang dipilih untuk dihapus.
  6. Kunjungi tautan yang disediakan.
  7. Isi seluruh data dan informasi yang diperlukan.
  8. Lalu kirim formulir permohonan tersebut. 

Kesimpulan

Kedekatan kita dengan internet saat ini mengharuskan kita untuk dapat berperilaku dengan pintar agar tetap aman di dunia siber. Dari berbagai penjelasan di atas setidaknya kita dapat mengklasifikasikan cara pintar untuk aman di dunia siber melalui tiga perspektif, yakni dari segi pengguna, perangkat dan akses.

Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dengan tidak membuka profil dan informasi pribadi seseorang. Termasuk juga harus berhati-hati dengan siapa saja yang dikenal melalui media sosial. Karena namanya manusia, kita tidak pernah tahu orang punya niat apa saja. 

Pada intinya, jejak digital adalah sebuah hal yang sangat penting karena dunia maya bisa mencerminkan sikap dan perilaku kita di dunia nyata. Jadi, sebisa mungkin jangan mengunggah dan menulis hal-hal aneh di internet dan sosial media.

Terima Kasih dan semoga bermanfaat...

Salam Literasi Digital!

Post a Comment for "Jangan Abaikan Jejak Digital"