Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menumbuhkan Kemandirian Belajar Pada Siswa

 

Menumbuhkan-Kemandirian-Belajar-Pada-Siswa

Dalam kegiatan belajar-mengajar sangat diperlukan kemandirian belajar siswa karena apabila siswa hanya pasif dan mengandalkan instruksi dari guru maka siswa tersebut akan banyak tertinggal oleh teman-temannya. Kemandirian belajar tidak semata mata langsung dimiliki oleh siswa tetapi juga harus dilatih dan juga pada lingkungan yang mendukung.

Pengertian Kemandirian Belajar

Pengertian Kemandirian belajar menurut Haris Mujiman (2011: 9) adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh motif untuk menguasai sesuatu kompetensi dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Kemandirian dapat muncul atas kesadaran pribadi maupun keterpaksaan. 

Menurut Suparman (2014:84) kemandirian belajar nampak dalam bentuk kemampuan siswa menentukan kegiatan belajarnya, atas insiatifnya sendiri. 

Menurut Martinis Yamin (2007 : 115) pengertian Kemandirian Belajar adalah belajar yang dilakukan oleh siswa secara bebas menentukan tujuan belajarnya, arah belajarnya, merencanakan proses belajarnya, strategi belajarnya, menggunakan sumber-sumber belajar yang dipilihnya, membuat keputusan akademik, dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk tercapainya tujuan belajarnya. 

Rusman (2015: 354) mengutip tentang kemandirian belajar menurut Wademeyer (1983), bahwa kemandirian belajar perlu diberikan kepada peserta didik supaya mereka memiliki tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan dirinya dan dalam mengembangkan kemampuan belajar atas kemauannya sendiri. 

Seseorang akan belajar bukan karena tuntutan dari pihak manapun melainkan karena kesadaran bahwa belajar diperlukan untuk perubahan dalam dirinya ke arah positif. 

Menurut Fx Wastono (2015:397) Kemandirian belajar merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu proses belajar mengajar agar siswa mempunyai rasa tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan diri.

Menumbuhkan kemandirian belajar pada siswa memerlukan metode yang tepat, salah satunya adalah dengan diskusi, memecahkan suatu permasalahan. Siswa akan lebih kreatif dan berfikir jika dihadapkan pada suatu permasalahan. Siswa akan berusaha mencari sumber belajar, dan menumbuhkan sikap tidak tergantung kepada oranglain. 

Kemandirian belajar sangat mendukung perkembangan peserta didik dalam menghadapi masalah-masalah belajar yang dihadapi pada saat pembelajaran. Sehingga dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya peserta didik tidak perlu menunggu instruksi dari siapapun. 

Ciri-ciri Kemandirian Belajar

Kemandirian Belajar pada peserta didik bisa dilihat dari perilaku mereka saat mengikuti pelajaran dikelas. ciri-ciri kegiatan belajar yang didorong oleh niat untuk menguasai suatu kompetensi dapat dilihat dari beberapa aspek. Berikut dijelaskan oleh Haris Mudjiman (2011: 11): 

  • Persistence, artinya kegiatan belajar yang dilakukan merupakan kegiatan belajar yang lama, terus menerus, tidak sering berhenti. 
  • Consistence, artinya kegiatan belajar ajeg/stabil/konsisten, berdisiplin, tidak malas-malasan. 
  • Systematic, artinya kegiatannya selalu terencana karena berorientasi kepada penguasaan suatu kompetensi. 
  • Goal Orientedness, artinya kegiatan belajarnya fokus, dengan continuing evaluation untuk mengukur pencapaian tujuan.
  • Innovative, artinya selalu berusaha mencari jalan keluar ketika dihadapkan oleh suatu permasalahan. 
  • Follow-up Clarity, artinya tindak lanjut dari setiap kegiatan selalu jelas. Poin ini terait dengan penjelasan consistence di atas. 
  • Learning for Life, artinya kegiatan belajar dilakukan setiap saat sepanjang hidup, untuk tetap bertahan hidup dan mengembangkan kehidupannya.

Selanjutnya, Sardiman A.M (2012:45-46) juga mengemukakan ciri-ciri kemandirian belajar yang harus dimiliki oleh siswa dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran:

  • Adanya kecenderungan untuk berpendapat, berperilaku dan bertindak atas kehendaknya sendiri mempunyai indikator sikap Kritis, logis dan penuh keterbukaan dalam belajar. 
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan mempunyai indikator sikap inisiatif dan memacu diri untuk belajar terus menerus. 
  • Membuat perencanaan dan berusaha dengan ulet dan tekun untuk mewujudkan harapan mempunyai indikator sikap merencanakan dan memilih kegiatan belajar sendiri. 
  • Mampu untuk berfikir dan bertindak secara kreatif, penuh inisiatif dan tidak sekedar meniru mempunyai indikator sikap tanggung jawab dalam belajar. 
  • Memiliki kecenderungan untuk mencapai kemajuan, yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar mempunyai indikator sikap percaya diri dalam belajar. 
  • Mampu menemukan sendiri tentang sesuatu yang harus dilakukan tanpa mengharapkan bimbingan dan tanpa pengarahan orang lain.

Konsep Kemandirian Belajar

Untuk dapat meningkatkan Kemandirian Belajar pada peserta didik, guru juga harus paham bagaimana konsep kemandirian belajar. Karena apabila konsep yang diterapkan salah maka peserta didik akan susah untuk menerapkan kemandirian tersebut pada kehidupan sehari. 

Menurut Haris Mudjiman (2011: 2) ada 5 konsep kemandirian belajar yaitu:

  1. Kegiatan belajar aktif merupakan kegiatan belajar yang memiliki ciri keaktifan pembelajaran, persistensi, keterarahan, dan kreativitas untuk mencapai tujuan. 
  2. Motif untuk menguasai sesuatu kompetensi adalah kekuatan pendorong kegiatan belajar secara intensif, persisten, terarah dan kreatif. 
  3. Kompetensi adalah pengetahuan, atau keterampilan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. 
  4. Dengan pengetahuan yang telah dimiliki pembelajar mengolah informasi yang diperoleh dari sumber belajar, sehingga nanti menjadi pengetahuan atau keterampilan baru yang dibutuhkan peserta didik. 
  5. Tujuan belajar hingga evaluasi hasil belajar diterapkan sendiri oleh pembelajar, sehingga ia sepenuhnya menjadi pengendali kegiatan belajarnya. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kemandirian Belajar

Dalam Kemandirian belajar sebagaimana belajar pada umumnya banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal tersebut bisa timbul dari dalam diri siswa sendiri atau dari lingkungan dimana dia tinggal. 

Menurut Muhibbin Syah (2016:91), berikut adalah faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa:

  • Faktor internal yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. 
  • Faktor eksternal yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. 
  • Faktor pendekatan belajar (approach to learning) yakni jenis upaya belajar siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (2004:233) faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar di bagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Berikut dibawah ini adalah penjelasannya:

1. Faktor Eksternal

Faktor yang berasal dari luar diri pelajar atau siswa. Faktor ini dibedakan menjadi 2 (dua) golongan, yaitu: 

  • Faktor-faktor Non Sosial. Adapun yang termasuk faktor ini sangat banyak jumlahnya yakni meliputi faktor-faktor yang berasal dari luar selain manusia, misalnya: keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu (pagi/siang/ malam), tempat (letak, gedung), alat-alat yang dipakai untuk belajar (alat tulis, buku-buku, alat peraga).
  • Faktor-faktor Sosial. Selanjutnya yang dimaksud faktor-faktor sosial disini adalah faktor manusia (sesama manusia) baik manusia itu hadir (ada) maupun kehadirannya itu dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir. Kehadiran orang lain pada waktu seseorang sedang belajar, banyak sekali mengganggu belajar. Misalnya kalau satu kelas siswanya sedang mengerjakan ujian, lalu terdengar banyak anak-anak lain bercakap-cakap di samping kelas, atau seseorang sedang belajar di kamar, satu atau dua orang hilir mudik keluar masuk kamar belajar itu, dan sebagainya.

2. Faktor Internal

Faktor Internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pelajar. Faktor ini di golongkan menjadi dua, yaitu: 

  • Faktor Fisiologis. Faktor ini dibedakan dalam dua macam, yaitu: (1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya. Keadaan tonus akan dapat mempengaruhi kegiatan belajar, seperti kekerungan gizi dapat menyebabkan seseorang itu kurang bersemangat dalam belajar. (2) Keadaan fungsi jasmani tertentu, yang dimaksud di sini adalah kurang berfungsinya indra seseorang yang indranya atau salah satunya akan berpengaruh dalam kegiatan belajar.
  • Faktor Psikologis. Adapun yang dimaksud faktor ini diantaranya adalah motif, sikap, perhatian, bakat, tanggapan, pengamatan, minat dan intelegensi. 

Selain itu (masih mengenai faktor psikologis), menurut N. Frandien sebagaimana yang dikutip oleh Sumadi Suryabrata (2004:237) adalah sebagai berikut:

  1. Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. 
  2. Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju. 
  3. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman.
  4. Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kooperasi maupun dengan kompetisi. 
  5. Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran. 
  6. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar. 

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dirangkum bahwa Kemandirian Belajar adalah suatu kegiatan belajar yang mandiri dengan dilakukan atas dasar kemauan sendiri dan memiliki beberapa aspek yang harus dimiliki peserta didik yaitu sikap percaya diri, disiplin belajar, motivasi belajar yang tinggi dan tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah belajar yang sedang dihadapinya. 

Kemandirian Belajar dapat dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 

Siswa yang mempunyai Kemandirian Belajar mempunyai kemampuan untuk membuat keputusan atas kehendaknya sendiri dan juga memiliki inisiatif sendiri untuk memecahkan masalah.

Salam Literasi!

Post a Comment for "Menumbuhkan Kemandirian Belajar Pada Siswa"