Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Refleksi Hari Guru 2021

Refleksi-Hari-Guru-2021

Keberhasilan para siswa yang diceritakan dalam film laskar pelangi bukan terletak pada siswanya saja namun karena peran guru yang telah menularkan nilai-nilai kehidupan. Sehingga mendorong para siswa agar berbuat ikhlas dengan mencari dan memberi sebanyak-banyaknya.

Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia guru umumnya merupakan profesi dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. 

Lebih khususnya guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain itu juga setiap hal yang mengajarkan sesuatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Tugas guru adalah mengajar, mengajar merupakan proses membangun makna atau pemahaman terhadap informasi dan pengalaman. Menurut Kenneth D Moore mengajar adalah sebuah tindakan dari seseorang yang mencoba untuk membantu orang lain mencapai kemajuan dalam berbagai aspek se-optimal mungkin sesuai dengan potensinya. 

Sedangkan makna mendidik menurut Prof. Darji Darmodihar mendidik adalah menunjukkan usaha yang lebih ditujukan kepada pengembangan budi pekerti, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, ketakwaan, dan lain-lain. 

Dari kedua definisi di atas tersebut maka ada dua tugas yang melekat pada profesi guru yaitu mendidik dan mengajar. Mendidik adalah proses membersihkan hati dan jiwa  sementara mengajar adalah mengisi hati dan jiwa dengan ilmu. 

Jadi ada dua tugas tugas pokok dari seorang guru dalam menghasikan generasi yang akan menjadi penerus masa depan bangsa.

Dalam menjalankan peran guru sebagai pendidik dan pengajar maka hal yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah sebagai berikut:

Pertama harus menjadi contoh tauladan bagi peserta didik, karena apa yang dilakukan guru akan menjadi tiruan bagi peserta didik seperti pepatah mengatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” maknanya adalah jika gurunya masih membuka pikiran untuk berpikir nasional maka muridnya akan mampu berlari berpikir hingga Internasional atau jika gurunya bersikap kurang sopan maka muridnya pun akan bersikap lebih tidak sopan. 

Oleh karena itu untuk merubah perilaku murid maka guru harus mampu memberikan contoh perilaku yang baik. 

Kedua adalah guru harus mampu membentuk nilai untuk peserta didik apalagi saat ini dunia serba terhubung dengan globalisasi maka antara negara hanya di batasi oleh peraturan internasional dan aturan negara namun komunikasi, perubahan budaya lewat movie, media sosial dan teknologi informasi lainnya tidak mampu dibatasi dan pengaruh globalisasi secara sosial akan mempengaruhi sikap masyarakat kearah yang negatif dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan adat ketimuran. 

Maka perlu peran guru dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik serta nilai-nilai kebangsaan yang harus dipertahankan dalam menghadapi globalisasi.

Ketiga adalah  guru yang berwawasan, makna guru yang berwawasan adalah yang memiliki kemampuan menguasai teknologi, mengasah dan meng-update semua perkembangan ilmu, tidak ketinggalan informasi dan selalu menyesuiakan diri dengan perkembangan zaman. 

Sehingga murid yang dihasilkan akan siap menghadapi realita kehidupan di dunia nyata.

Keempat guru harus memiliki jiwa yang ikhlas, makna ikhlas adalah memberi sebanyak-banyaknya namun tidak meminta balasan. Maknanya adalah harus rela mengabdi walaupun imbalanya sedikit atau harus rela memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada peserta didik walaupun imbalan kecil.

Selanjutnya, ada beberapa golongan guru, yaitu sebagai berikut:

  • Golongan pertama adalah guru yang tidak mampu men-transfer ilmu pengetahuan dan tidak mampu mengubah karakter peserta didik, 
  • Golongan kedua adalah guru yang mampu mengajar atau men-transfer ilmu namun tidak mampu mengubah karakter peserta didik, dan 
  • Golongan yang ketiga adalah guru yang mampu men-transfer ilmu dan juga mampu mengubah karakter. Sebenarnya yang dikatakan guru adalah orang yang melekat pada nilai ketiga tersebut.

Secara gelar guru tidak pernah menjadi “mantan” atau “bekas” seperti mantan bupati, bekas pembantu namun guru itu adalah gelar abadi meskipun ia tidak men-transfer ilmu lagi namun tetap saja dipandang sebagai guru dan selalu dihormati karena kewibawaan dan keilmuan yang ia miliki. 

Maka jika sekarang banyak guru yang tidak di hormati bisa saja nilai kewibawaan, keteladanan dan keilmuanya tidak bisa di rasakan oleh peserta didik.

Oleh karena itu meskipun tidak lagi mengajar bagi pensiunan guru agar tetap memberikan nilai-nilai positif bagi masyarakat.

Maka jadilah seorang guru “yang dicintai ketika ada, dirindukan ketika tidak ada dan dikenang ketika tiada’. Maknanya ialah ia yang hadir dengan keserderhanaan, mengajar dengan kewibawaan dan penuh kasih sayang, selalu memberi inspirasi bagi peserta didik sehingga ketika ia tidak hadir maka peserta didik akan merasa kerinduan dan ketika ia tiada ia akan dikenang karena sikapnya dan buah hasil yang dihasilkan dari inspirasinya.

Untuk menjadi guru yang dicintai ketika ada, dirindukan ketika tak ada dan dikenang ketika tiada tidaklah mudah, dan tidak semua guru mampu untuk menjalankannya karena perlu kesabaran, dan mempunyai nilai-nilai kecintaan kepada peserta didik seperti yang di ajarkan dalam film laskar pelangi dengan keteguhan hati Pak Harfan sehingga muridnya sangat mencintai gurunya, merasakan kehilangan ketika ia tak datang dan mereka mengenang atas kepergian Pak Harfan.

Melalui hari guru perlu disadari yang saat ini berprofesi sebagai guru dan yang akan menjadi guru maka perlu di refleksikan kembali bahwa peran guru bukan saja melakukan transfer ilmu pengetahuan semata, namun harus mampu mentrasfer nilai-nilai dan juga harus mempu menjadi orang yang di teladani oleh peserta didik. 

Guru bukan profesi yang mengajar dengan gaya yang killer, jiwa yang tak sabar dan hati yang tidak tulus.

Jangan memilih jadi guru hanya disebabkan karena melihat peluang pekerjaan, juga jangan melihat pada gaji dan tunjangan sertifikasi, namun mulailah merenung bahwa menjadi guru dipundaknya mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki generasi bangsa dan mengubah karakter generasi bangsa menuju ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan bangsa yang mempunyai nilai-nilai kehidupan dengan masyarakatnya yang patuh pada aturan, mempunyai integritas, tanggung jawab kerja, menghargai waktu, tidak mengambil hak orang lain dan mempunyai semangat untuk maju. 

Semoga dengan adanya Hari Guru Nasional Kita semua terlibat dalam memperbaiki kualitas pendidikan Nasional.

Selamat Hari Guru Nasional 2021

#BergerakDenganHati
#DemiKemajuan

Post a Comment for "Refleksi Hari Guru 2021"