Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tentang Website Sekolah

Tentang-Website-Sekolah

Di zaman teknologi yang sudah sangat pesat majunya, beberapa aktivitas pekerjaan dilakukan menggunakan komputer, semua orang harus sudah mulai melek internet dan go online. Tidak terkecuali institusi atau lembaga pendidikan seperti sekolah.

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar hingga promosi keunggulan suatu sekolah, banyak dari lembaga-lembaga pendidikan yang sudah memulai membuat website sekolah. Ditambah lagi karena Indonesia terkena wabah pandemi Covid-19, adanya sebuah website sekolah sangat membantu baik untuk institusi sekolah itu sendiri dan juga para siswa serta orang tua.

Apa Itu Website Sekolah?

Website sekolah adalah sebuah website khusus yang diperuntukkan untuk institusi sekolah. Website sekolah juga digunakan untuk media informasi kepada siswa, orang tua, guru & tendik bahkan masyarakat luas.

Selain menjadi media informasi, website sekolah juga bisa digunakan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar jarak jauh (Pembelajaran Jarak Jauh) atau e-learning. Ketika pandemi Covid-19 datang, sekolah yang sudah mempunyai website bisa dengan tenang memonitoring seluruh siswanya dan mengatur kegiatan school from home, tetapi yang belum membuat website sekolah menjadi kebingungan dan baru menyadari peran penting dari sebuah website sekolah.

Maka dari itu, bagi institusi sekolah zaman sekarang harus mengetahui pentingnya membuat website sekolah. Perlu diketahui, membuat website sekolah mudah sebenarnya dan ketika sekali dibuat akan memberikan banyak manfaat untuk jangka panjang kedepannya.

Jenis Website Sekolah

Selain membuat website sekolah yang memuat informasi umum mengenai sekolah, lembaga atau institusi sekolah juga membuat website sekolah jenis keanggotaan dan untuk sekolah online agar menunjang kegiatan belajar mengajar menjadi lancar.

Website Sekolah

Jenis website sekolah ini umumnya memberikan informasi tentang sekolah dimulai dari alamat, akreditasi, foto-foto terbaik sekolah, informasi penerimaan peserta didik baru, berita terkini tentang sekolah dan juga data siswa, guru & tenaga pendidik serta kelas yang tersedia.

Website Keanggotaan Untuk Sekolah

Jenis website sekolah ini memudahkan bagi siswa untuk mengetahui kelas-kelas apa saja yang mereka ambil pada semester ini serta informasi nilai dan submit tugas bila ada kelas online. Guru & Tenaga pendidik juga dapat mudah memantau siswa serta mengelola kegiatan belajar mengajar.

Portal Sekolah Online

Bagi lembaga atau institusi sekolah yang belum merasa aman untuk menggelar kelas offline, membuat website sekolah jenis ini sangat direkomendasikan. Website sekolah untuk belajar online dapat memuat materi-materi untuk dipelajari murid, mengadakan kelas online secara langsung hingga upload video tutorial untuk siswa.

Fakta Sekolah Belum Memiliki Website

Ada fakta mengejutkan mengenai website sekolah. Melansir dari lama Tribun Makassar, Prof. Arismunandar selaku Guru Besar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Makassar menyebutkan bahwa di Indonesia 90% sekolah tidak punya website.

“90 persen sekolah tidak punya website. Ini Infrastruktur dasar di era revolusi industri 4.0,” ungkapnya saat ditemui di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu (29/2/2020). 

Sekolah yang dimaksud ialah sekolah negeri, di mana keberadaannya lebih banyak dari sekolah swasta dan kerap menjadi pilihan utama masyarakat.  Padahal di zaman sekarang, semua hal sudah serba digital sehingga faktor pendidikan dan teknologi pun tidak bisa dipisahkan. 

Hal ini dikarenakan sekolah harus selalu melakukan inovasi dalam memanfaatkan teknologi sebagai media dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Website sekolah bisa menjadi sebuah sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa dalam memberikan informasi penting. 

Jika sekolah tidak memiliki website dari sekarang, maka sekolah pun akan kehilangan manfaat dari adanya sebuah website sekolah.

Lebih lanjut, Prof Arismunandar yang juga merupakan Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Kemendikbud itu memaparkan pentingnya memiliki website sekolah di era digital. Beberapa fungsinya antara lain sebagai instrumen informasi kegiatan sekolah, maupun instrumen akuntabilitas publik, kesempatan untuk menjaga branding sekolahnya.

Penyebab Sekolah Belum Memiliki Website

Banyak faktor penyebab mengapa sekolah belum memiliki sebuah website. Padahal jika memilikinya akan mendatangkan banyak manfaat baik untuk institusi sekolah, guru & tenaga pendidik, siswa hingga masyarakat luas.

Pengetahuan dan Pemanfaatan IT Yang Masih Rendah 

Dalam berita yang sama, Prof Arismunandar juga menyebutkan transformasi pembelajaran berbasis virtual masih terbata-bata dalam dunia pendidikan Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah karena tidak sedikit guru dan tenaga pendidik yang memiliki kapasitas pengetahuan IT yang masih rendah.

Lebih lanjut, ia menuturkan, hanya 30 persen tenaga pendidik di Indonesia yang memiliki kapasitas pengetahuan  IT yang baik.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia dan Sarana

Dikarenakan minimnya pengetahuan IT di setiap sekolah, hal ini mempengaruhi pemanfaatannya dalam kegiatan sekolah. Namun hal ini bisa terjadi juga dikarenakan kurangnya sumber daya manusia yang menguasai IT sehingga sekolah belum memiliki sebuah website.

Selain dari segi sumber daya manusia, keterbatasan sarana juga menjadi penyebab sekolah belum memiliki website hingga saat ini. Beberapa sekolah pun diakui masih memiliki sarana dan anggaran yang minim untuk membuat website sendiri.

Belum Adanya Kesadaran Bahwa Website Penting

Jika ditelaah lebih lanjut, masih banyak orang belum sadar bahwa sebuah website menjadi hal essential dalam sekolah. Website masih dianggap kebutuhan sekunder bahkan tersier. Hal ini dikarenakan beberapa orang belum ‘melek’ teknologi informasi seperti yang dibahas di atas tadi.

Dalam masa pandemi seperti sekarang dimana sekolah tidak bisa dilakukan tatap muka, kehadiran website bisa menjadi ‘penolong’ untuk banyak orang, baik itu antara siswa, guru hingga orang tua. 

Website bisa menjadi sarana informasi yang dibutuhkan untuk melihat informasi atau pengumuman terbaru yang dikeluarkan sekolah dimana siswa maupun orang tua murid pun dapat mengakses dan mendapatkan informasi tersebut lebih mudah dimana saja dan kapan saja.

Website sekolah pun penyambung hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa khususnya untuk orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut di semester baru. Hal ini menjadi kebutuhan bagi orang tua dikarenakan mereka tak perlu lagi mendatangi sekolah di masa pandemi sekarang ini dan merasa terbantu dengan informasi telah terpapar lengkap dalam website.

Selain itu, website menjadi media yang dapat digunakan untuk menyediakan materi sekolah ketika dibutuhkan terutama saat tidak bisa sekolah tatap muka. Sistem belajar mengajar pun ‘dipaksa’ untuk on-line dan website bisa menjadi portal dalam memberikan materi pembelajaran kepada siswa.

Dan satu lagi, kehadiran website menjadi salah satu sarana untuk promosi atau branding sekolah tersebut. Mulai dari fasilitas sekolah, prestasi, ekstrakurikuler, profil guru hingga siswa teladan dan banyak hal yang bisa meningkatkan mutu sekolah tersebut di masyarakat. 

Jika mulai hari ini belum memiliki website, maka akan kehilangan momentum dan manfaat-manfat tersebut.

Kesenjangan Antara Guru Dan Siswa

Selain kapasitas pengetahuan tentang IT yang sangat berkaitan dengan pembuatan website sekolah, Prof Arismunandar juga mengungkapkan ada kesenjangan antara guru dan siswa. 

Kesenjangan yang dimaksud ialah kehidupan siswa zaman sekarang berbeda dengan apa yang dialami oleh guru dan tenaga pendidik dahulu. Sejak lahir bahkan mereka sudah hidup di era virtual dan terus bertransformasi mengikuti perkembangan yang ada. 

Salah satu hasil dari lahir dan berkembang di era teknologi ialah kemampuan berselancar di internet sedari dini. Namun ada baiknya jika siswa tetap dibimbing dan diarahkan untuk mengakses hal-hal yang memberi manfaat bagi mereka.

Pengalaman Kegagalan Membuat Website Sekolah

Membuat website sekolah masih dirasa sulit bagi sebagian orang terutama yang tidak memiliki pengetahuan soal IT. Ada yang kemudian mencoba membuat website sekolah sendiri, seperti contohnya cerita dari tim pembuatan website sekolah SDN Harjamukti 04.

Diungkap bahwa tim pembuatan website sekolah menghadapi beberapa kendala diantaranya kesulitan mencari data dan materi untuk diletakkan di website, sulitnya mendesain layout website yang tidak kaku dan tidak berantakan saat launch dan menampilkan data dari database.

Saat sudah pembuatan pun masih mempunyai kendala lain yaitu  sistem login yang error, tidak sinkronisasi dengan penyedia web hosting hingga akhirnya mengalami deface karena tidak memberikan keamanan pada website.

Pengalaman tidak menyenangkan seperti ini dapat membuat institusi sekolah kemudian tidak ingin lagi mengulang proses pembuatan website sekolah dari awal. 

Anggapan Siswa Masih Membutuhkan Kehadiran Guru

Selain menjadi media informasi, website sekolah juga dapat dijadikan portal belajar on line atau e-learning, yang kemudian menjadi kegiatan yang mau tidak mau dilakukan karena wabah pandemi Covid-19.

Meski siswa sudah terampil dalam berselancar di internet, menurut penelitian terungkap bahwa selain faktor sumber daya manusia dan sarana serta prasarana, siswa juga masih mengandalkan kehadiran guru sebagai penyampai materi yang utama.

Siswa masih belum mampu menggunakan media lainnya, misalnya men-download materi pelajaran dari website dan membaca serta mempelajarinya sendiri. Lebih lanjut diungkap dalam penelitian, saat murid men-download materi pelajaran dari website yang lambat, tentunya akan membuat mereka menjadi frustasi dan malas.

Silahkan baca artikel tentang Cara Mudah Untuk Mempercepat Website.

Semoga bermanfaat...

Terima Kasih.

Post a Comment for "Tentang Website Sekolah"