Widget HTML #1

Jangan Pukul Si Kecil

Jangan-Pukul-Si-Kecil

Dalam mendidik anak memang sih susah-susah gampang. Kita sebagai orangtua mesti punya cara tersendiri agar si anak menjadi seperti yang kita inginkan nantinya.perhatian yang sewajarnya dan pengarahan yang baik tentu adalah kunci utamanya. biarkanlah si kecil kalau dia masih kecil, bereksplorasi dengan lingkungannya. 

Apapun yang si kecil lakukan adalah untuk kemajuan perkembangannya dengan perhatian dan pengamatan yang selektif tentunya.

Jangan pernah marah, membentak atau memukul si kecil. Biasanya anak yang sering dilakukan begitu, nantinya akan menjadi anak yang selalu memberontak akan perintah, nasehat atau ucapan-ucapan orang tua. 

Pergunakanlah bahasa yang halus dan senyenangkan mungkin yang dapat diterima oleh bahasanya.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa memukul anak akan mengajarkan pada anak untuk bersikap menyerang dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. 

Riset tersebut juga menyatakan bahwa seringnya orangtua memukul anaknya, akan merendahkan self-esteem dan menyebabkan depresi pada anak, bahkan hingga ia dewasa. 

Lalu, cara seperti apakah yang bisa orangtua lakukan untuk menangani anaknya yang nakal, selain memberinya pukulan. Berikut beberapa  cara yang bisa menjadi alternatif bagi orangtua dalam mendidik anak mereka.

Tetap Tenang

Saat anda merasa marah pada anak anda, dan kemarahan tersebut rasanya sudah tidak terkontrol, sehingga anda berkeinginan memukul anak anda, yang bisa anda lakukan pada situasi tersebut yaitu meninggalkannya sejenak untuk menenangkan diri. 

Biasanya setelah anda dalam keadaan tenang, anda akan menemukan solusi lain terhadap masalah yang anda hadapi. 

Jika anda terpaksa tidak bisa meninggalkan situasi tersebut, anda bisa menenangkan diri dengan cara menghela nafas sejenak, dengan memejamkan mata sambil menghitung hingga sepuluh, atau hingga anda merasa lebih tenang.

Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri

Orangtua yang kerapkali memukul anaknya yang nakal, biasanya adalah orangtua yang tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, sehingga ia selalu merasa tergesa-gesa dalam segala hal. 

Jadi penting bagi anda untuk tetap menyediakan waktu tenang untuk diri anda sendiri, misalnya dengan sesekali menyediakan waktu untuk membaca, exercise, berjalan-jalan, berdoa dan sebagainya, meski sesibuk apapun anda.

Tetap Bersikap Lembut Namun Tegas

Salah satu situasi yang membuat orangtua memukul anak mereka, adalah saat anak tidak mematuhi perintah yang katakan orangtua untuk tidak bersikap nakal, sehingga pukulan adalah cara yang mereka pilih. 

Jika anda menghadapi situasi seperti ini, yang bisa anda lakukan adalah lakukan eye contact dengan anak anda, berjongkoklah agar mata anda berada tepat didepan matanya, kemudian tataplah matanya dalam dan tegas, sentuhlah punggungnya, dan katakan padanya dengan ucapan yang lembut namun tegas tentang apa yang anda ingin ia lakukan, misalnya “Mama ingin kamu bermain dengan tenang”, dan sebagainya.

Beri Pilihan

Memberi pilihan pada anak anda adalah cara yang efektif untuk menghindarkan anda memukul anak anda saat nakal. 

Misalnya saat sikecil mulai mengacak-ngacak makanannya di meja, anda bisa memberinya pilihan, ia ingin berhenti mengacak-ngacak makanannya atau ingin anda memindahkannya dari meja makan. 

Jika ia masih terus mengacak-ngacak makanannya, turunkan ia dari meja makan dengan tegas, namun tetap lembut, lalu katakan padanya, bahwa anda akan mengembalikannya ke meja makan saat ia siap untuk memakan makanannya tanpa memainkannya.

Memberikan Konsekuensi yang Logis

konsekuansi yang logis terhadap kenakalan si kecil yaitu mengajarkannya untuk bertanggung-jawab terhadap kenakalannya yang ia lakukan. 

Dalam sebuah kasus, misalnya, saat si kecil memecahkan kaca jendela tetangga dan anda menghukumnya dengan memukulnya bisa jadi hukuman tersebut akan membuat sikecil tidak akan mengulang perbuatannya lagi. 

Namun selain itu, si kecil juga akan belajar bahwa ia harus menyembunyikan kesalahannya dari anda, menyalahkan orang lain, berbohong, atau berupaya agar tidak ketahuan oleh anda. 

Ia juga akan merasa marah dan dendam pada anda akibat pukulan yang anda berikan. Sikap penurutnya didasari perasaan takut anda pukul lagi, bukan karena menghormati anda sebagai orangtuanya.

Bandingkan efek yang ditimbulkan jika anda memberikan hukuman yang logis pada sikecil dibanding memukulnya, misalnya anda bisa mengatakan dengan nada suara yang tegas  padanya bahwa “Mama tahu kamu baru saja memecahkan jendela rumah tetangga sebelah, lalu apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?”. 

Dengan demikian sikecil akan mencari cara bagaimana mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut pada tetangga anda, paling tidak ia akan berinisiatif meminta maaf pada tetangga anda, atau bahkan mau mencuci mobil tetangga selama beberapa waktu untuk mengganti kaca yang ia pecahkan. 

Situasi tersebut akan mengajarkan sikecil bahwa kesalahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup, dan meski ia telah membuat kesalahan, namun jika ia mau mempertanggung-jawabkan kesalahannya, dan memperbaikinya, maka semuanya akan baik-baik saja. 

Ia juga tidak akan marah dan dendam pada orangtuanya, yang terpenting self-esteem nya tidak akan runtuh.

Melakukan Perbaikan

Saat sikecil melanggar larangan anda, mungkin anda emosi dan memberinya hukuman yang kejam, misalnya tidak memberinya uang jajan, atau melarangnya keluar rumah untuk beberapa waktu. 

Jika hal tersebut anda lakukan, pikirkan lagi konsekuansinya, karena hukuman tersebut justru akan membuat anak anda semakin marah pada anda, bahkan malah akan membangkang anda. 

Jika hukuman tersebut sudah terlanjur anda lakukan lantaran emosi anda, anda bisa melakukan perbaikan misalnya, dengan menemui anak anda dan mengajaknya berbicara, katakan padanya bahwa anda minta maaf telah memeberinya hukuman tersebut. 

Katakan juga bahwa betapa anda merasa dikhianati karena pelanggaran yang ia lakukan, ingatkan padanya bahwa menjaga janji merupaka hal yang penting, yang terpenting, kemudian mintalah ia melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. 

Sesuatu yang datang dari kesadarannya sendiri, dan bukan merupakan hukuman dari anda.

Menarik Diri dari Konflik

Saat bertengkar dengan sikecil rasanya anda ingin menamparnya karena kata-katanya yang tidak pantas pada anda, jika situasi tersebut yang anda hadapi, alangkah baiknya jika anda segera menarik dari dari situasi tersebut. 

Namun, jangan tinggalkan ruangan dalam keadaan marah, sebaliknya katakan dengan tenang bahwa anda ada diruangan sebelah jika anak anda sudah siap untuk berbicara dengan lebih sopan pada anda.

Gunakan Tindakan yang Tegas Namun Lembut

Saat si kecil ingin menyentuh benda yang seharusnya tidak ia sentuh, seperti vas bunga kesayangan anda dan sebagainya. 

Anda bisa melarangnya dengan cara mengangkat tubuhnya dan membawanya keruangan lain untuk mengalihkan perhatiannya, katakan padanya ia boleh menyentuh benda tersebut lain waktu. 

Hindari memukul tangannya dengan kasar. Jika ia kerap kembali untuk menyentuhnya, kembali angkat tubuhnya, dan jauhkan dari benda tersebut.

Beri Peringatan Sebelumnya

Sifat ngambek dan merajuk pada si kecil, seringkali membuat ibu tidak sabar hendak memukulnya, apalagi jika hal tersebut terjadi ditempat umum, atau saat anda bertamu. 

Dari pada memukulnya, atau menariknya untuk pulang saat itu juga, lebih baik anda terlebih dahulu memberinya peringatan, misalnya katakan padanya anda akan pergi dari tempat tersebut lima menit lagi, hal tersebut akan memberikan cukup waktu bagi sikecil untuk menenangkan diri, atau menyelesaikan apa yang sedang ia lakukan.

Sikap agresif merupakan penyebab kekerasan yang terjadi dalam masyarakat, dan memukul adalah salah satu bentuk agresif tersebut, yang bisa menyebabkan sikecil kehilangan self-esteem dan sifat antusiasme nya, sekaligus menyebabkannya menjadi pembangkang, dan enggan bekerjasama. 

Seorang ibu yang bijak akan menggunakan cara yang lebih kreatif dan bijaksana dalam menangani kenakalan anaknya tanpa kekerasan.

Terimakasih.

Salam Literasi!

Post a Comment for "Jangan Pukul Si Kecil"