Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mengajarkan Hitung Dasar Kepada Anak

Mengajarkan-Hitung-Dasar-Kepada-Anak

Sebuah aktivitas berhitung menjadi salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang. Bagaimana tidak, hampir dalam setiap sendi-sendi dalam kehidupan semua orang pasti membutuhkan kemampuan dalam hitung dasar.

Bukan hanya dalam urusan dunia, dalam hal yang berkaitan dengan pelaksanaan syariat agama pun membutuhkan ilmu hitung. Seperti menghitung besarnya zakat dan waris.

Bahkan sampai sekarang ini, ada sebagian orang tua sampai mengikutkan anaknya dalam kursus atau les hitung. Padahal, jika hanya kemampuan hitung dasar, kita bisa mengajarkan sendiri kepada anak dengan memanfaatkan berbagai media di sekitar.

Berikut ini beberapa media ataupun aktivitas yang bisa kita manfaatkan untuk mengajarkan hitung dasar kepada anak. Adapun media atau aktivitasnya adalah sebagai berikut:

Jari Tangan

Menggunakan jari tangan sebagai media hitung sudah dikenal sejak lama. Cara ini adalah cara paling mudah dan murah. Dengan menggunakan isyarat jari, kita bisa mengajak anak untuk membilang, mengajarkan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sederhana. 

Tentu saja karena jumlah jari yang terbatas, operasi hitung yang bisa diajarkanpun terbatas. Biasanya bisa digunakan untuk membantu operasi hitung dasar 1 sampai dengan 10.

Jam Dinding

Selain untuk mengajarkan waktu, jam dinding bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan penjumlahan atau pengurangan sederhana. Karena media jam dinding dapat dimanfaatkan menjawab penjumlahan dan pengurangan bilangan 1 sampai 10. 

Caranya? Misalkan soal 3 + 6 = …. Anak akan melihat angka 3 pada jam, kemudian menghitung enam langkah searah jarum jam sampai di angka 9, yang kemudian dia simpulkan bahwa 9 adalah hasil dari 3 ditambah 6. Adapun untuk pengurangan, ia akan menghitung berlawanan arah jaruh jam dengan melihat angka pada jam.

Kalender

Menggunakan kalender untuk mengajarkan operasi hitung dengan angka yang lebih besar daripada operasi dengan media jam. Kalender yang awalnya hanya digunakan untuk memperkenalkan lambang bilangan, akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan penjumlahan dan pengurangan. 

Selain itu, kalender juga bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan bilangan lompat yang selanjutnya bisa menjadi dasar untuk mengajarkan perkalian.

Papan Ular Tangga

Papan ular tangga yang biasanya menampilkan bilangan 1 sampai 100 juga bisa digunakan untuk mengajarkan operasi hitung kepada anak dengan bilangan yang lebih besar. 

Belajar berhitung pun menjadi tidak terasa karena terbungkus dalam permainan yang sangat mengasyikkan.

Biasanya, saat bermain ular tangga setelah mengocok dadu, orangtua akan melontarkan pertanyaan, ”Wah umi keluar dadu 5. Kalau dari nomor 12, berarti nanti ke nomor berapa ya?” Dengan antusias, anak-anak akan menebak. Mereka akan merasa senang ketika tebakan mereka benar.

Permainan ”Kartu Teplok”

Permainannya sangat sederhana. Kartu ini terbuat dari kertas cover berukuran sekitar 3 x 5 cm, yang di atasnya ditulisi operasi penjumlahan sederhana.

Cara memainkannya secara berpasangan. Setiap pemain memegang sebuah kartu, kemudian menge-toast kartunya. Setelah kartu terbuka, hasilnya harus dijawab oleh pihak yang kartunya tertutup. Jika jawaban benar, kartu tersebut menjadi milik lawan. Jika salah, maka tetap menjadi milik si pemilik kartu yang terbuka.

Permainan ini sederhana namun menyenangkan. Yang perlu diperhatikan adalah, jika anak belum bisa menjawab secara cepat hasil penjumlahan pada kartu, beri beberapa waktu untuk memikirkan jawabannya. Maka, lambat laun anak akan hafal dengan sendirinya jawaban tersebut saat sering diulang-ulang.

Demikian beberapa aktivitas dengan media yang dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan berhitung sederhana kepada anak. 

Hal yang perlu diingat, jangan terlalu memaksakan anak untuk bisa dalam waktu tertentu. Kemampuan setiap anak berbeda. Tak perlu risau saat kita melihat anak lain telah lebih dahulu menguasai kemampuan hitung. Lihatlah hal-hal apa saja yang telah anak kita berhasil capai. Hal itu akan menjadikan kita lebih bersyukur. 

Semoga bermanfaat.

Terima Kasih.


Sumber: https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/belajar-berhitung-yang-menyenangkan/

Post a Comment for "Mengajarkan Hitung Dasar Kepada Anak"