Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya

Prinsip Pembelajaran


INFO DAPODIK & PENDIDIKAN - 5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya yang akan coba Admin informasikan kepada Anda pada kesempatan kali ini.

5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya dapat diparktekkan atau  digunakan pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah tidak mengatur pembelajaran dan asesmen secara detail dan teknis. 

Namun demikian, untuk memastikan proses pembelajaran dan asesmen berjalan dengan baik, Pemerintah menetapkan Prinsip Pembelajaran dan Asesmen. 

Prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen diharapkan dapat memandu pendidik/ guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih kreatif, berpikir kritis, dan inovatif. 

Berikut di bawah ini adalah 5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya yang dapat diterapkan penggunaannya oleh pendidik atau guru:


Pembelajaran Sesuai Karakteristik Peserta Didik

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Adapun contoh pelaksanaan nya adalah sebagai berikut:

  • Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya. Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/ angket, dan/atau metode lainnya yang sesuai. 

Pada satuan PAUD, pendidik dapat mencari informasi melalui dialog/ diskusi dengan orang tua. 

  • Pendidik merancang atau memilih alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
  • Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif.
  • Pendidik pada pendidikan khusus melakukan layanan intervensi dini berupa program kebutuhan khusus untuk mendukung terselenggaranya proses pembelajaran.


Pembelajaran Sepanjang Hayat

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas peserta didik atau murid/ siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. 

Adapun contoh pelaksanaan nya adalah sebagai berikut:

  • Pendidik mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perlu dikembangkan.
  • Pendidik senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.
  • Pendidik menggunakan pertanyaan terbuka yang menstimulasi pemikiran yang mendalam.
  • Pendidik memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.
  • Pendidik memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. 
  • Pendidik, selain di jenjang PAUD, memberikan tugas atau pekerjaan rumah ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan beban belajar peserta didik.
  • Pendidik merancang pembelajaran untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensi nya melalui tugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang tepat.


Pembelajaran Secara Holistik

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

Adapun contoh pelaksanaan nya adalah sebagai berikut:

  • Pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk membantu peserta didik mengembangkan kompetensi, misalnya adalah:
    • belajar berbasis inkuiri, 
    • berbasis projek, 
    • berbasis masalah, dan 
    • pembelajaran terdiferensiasi untuk mewujudkan peserta didik yang berkarakter.
  • Pendidik merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif bagi peserta didik. 


Pembelajaran yang Relevan

Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.

Adapun contoh pelaksanaan nya adalah sebagai berikut:

  • Pendidik menyelenggarakan pembelajaran sesuai kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik. 
  • Pendidik merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara pendidik dengan peserta didik, sesama peserta didik, serta antara peserta didik dan materi belajar. 
  • Pendidik memberdayakan masyarakat sekitar, komunitas, organisasi, ahli dari berbagai profesi sebagai narasumber untuk memperkaya dan mendorong pembelajaran yang relevan. 
  • Pendidik melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.
  • Pada PAUD, pendidik menggunakan pendekatan multi bahasa berbasis bahasa ibu, terutama bagi peserta didik yang tumbuh di komunitas yang menggunakan bahasa lokal.
  • Pada SMK, terdapat pembelajaran melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di dunia kerja atau tempat praktik di lingkungan sekolah yang telah dirancang sesuai dengan standar dunia kerja, menerapkan sistem dan budaya kerja sebagaimana di dunia kerja, dan di supervisi oleh pendidik/ instruktur yang ditugaskan atau memiliki pengalaman di dunia kerja yang relevan.
  • Pada SMK, pendidik dapat menyelenggarakan pembelajaran project based learning (PjBL). Pembelajaran berbasis proyek berdasarkan kebutuhan dunia kerja dapat melakukan melalui koridor Teaching Factory (TeFa).
  • Pada SMK, pendidik dapat menyelenggarakan pembelajaran project based learning (PjBL) di mana peserta didik dapat memperoleh pesanan dari industri maupun projek mandiri yang menghasilkan produk kreatif/ jasa berstandar industri yang berasas kebermanfaatan dan bernilai jual. 

Peserta didik dapat mengerjakan, baik secara individual maupun kelompok.

  • Pada Pendidikan Khusus, pendidik dapat melaksanakan program magang untuk memperoleh pengalaman nyata pada dunia kerja yang relevan dengan Standar Kompetensi Kerja Khusus Penyandang Disabilitas (SK3PD).
  • Pada Pendidikan Kesetaraan, pendidik dapat menyelenggarakan pembelajaran dengan menggunakan strategi belajar tatap muka, tutorial, dan kegiatan mandiri, atau kombinasi proporsional dari ketiganya.


Pembelajaran Berorientasi pada Masa Depan

Adapun prinsip pembelajaran yang terakhir adalah pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Contoh pelaksanaan nya adalah sebagai berikut:

  • Pendidik berupaya untuk mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan (sustainable livingpada berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi, misalnya menggunakan sumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dan lain-lain.), mengurangi sampah, optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy), dan sebagainya.
  • Pendidik memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa masa depan adalah milik mereka dan mereka perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka. 
  • Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusi-solusi permasalahan pada kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan tahapan belajar nya.


Demikianlah penjelasan di atas mengenai 5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya yang dapat Admin informasikan, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia. 

Post a Comment for "5 Prinsip Pembelajaran dan Contoh Pelaksanaannya"