Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Metode Problem Solving

Metode-Problem-Solving

Metode Pembelajaran sangat diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan selama proses pembelajaran. Untuk itu guru harus bisa memilih metode mana yang cocok diterapkan kepada siswanya agar mendapat hasil yang baik dan sesuai harapan. Metode Problem Solving diharapkan bisa membuat peserta didik belajar memecahkan masalah dengan cara yang benar dan sesuai. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemandirian siswa ketika menghadapi masalah di lingkungannya.

Pengertian Metode Problem Solving 

Menurut Abdul Majid (2013) Metode Problem Solving merupakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menelaah, dan berfikir tentang suatu masalah untuk selanjutnya menganalisis masalah tersebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Proses menganalisa adalah konsep memadukan pikiran dengan kegiatan motorik untuk memecahkan masalah. Metode problem solving (pemecahan masalah) merupakan salah satu dasar teoritis yang menjadikan masalah sebagai isu utamanya dalam pembelajaran. 

Sejalan dengan itu Utomo Dananjaya (2013: 129) juga memiliki penjelasan tentang Metode Problem Solving yaitu upaya peningkatan hasil melalui proses secara ilmiah untuk menilai, menganalisis, dan memahami keberhasilan.  

Untuk menyelesaikan sebuah masalah seseorang harus dibiasakan berpikir secara mandiri. 

Sedangkan menurut W.Gulo (2002:111) Metode Problem Solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar.

Metode Problem Solving dinilai potensial untuk melatih siswa berpikir kreatif ketika menghadapi masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama. Didalam Problem Solving, siswa belajar secara mandiri untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan solusi pemecahan masalahnya. 

Tugas guru dalam metode Problem Solving adalah memberikan kasus atau masalah untuk dipecahkan oleh peserta didik. 

Dengan demikian dengan metode Problem Solving ini diharapkan dapat meningkatkan Kemandirian dan Prestadi Belajar siswa.

Tahap-tahap Metode Problem Solving

Sebelum mengajar, seorang pendidik perlu untuk memahami metode pembelajaran yang digunakan, dimulai dari pendahuluan, inti sampai ke penutup. Apabila pendidik sudah memahami alur metode pembelajaran dengan jelas tentunya akan lebih mudah dalam mengelola. Dampaknya pun akan terlihat pada hasil pembelajaran yang dilakukan.

Pada penerapan Metode Problem Solving terdapat beberapa aktivitas yang ada pada metode pembelajaran yang lain, meliputi diskusi, kerja kelompok, dan tanya jawab. 

Berikut langkah-langkah Metode Problem Solving menurut J.Dewey dalam bukunya W.Gulo (2002:115) yaitu: 

Tahap-tahap dan Kemampuan yang Diperlukan

  1. Merumuskan Masalah. Mengetahui dan merumuskan masalah secara jelas.
  2. Menelaah masalah. Menggunakan pengetahuan untuk memperinci menganalisa masalah dari berbagai sudut.
  3. Merumuskan Hipotesis. Berimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab – akibat dan alternative penyelesaian.
  4. Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis.  Kecakapan mencari dan menyusun data menyajikan data dalam bentuk diagram, gambar, dan tabel.
  5. Pembuktian Hipotesis. Kecakapan menelaah dan membahas data, kecakapan menghubung–hubungkan dan menghitung Ketrampilan mengambil keputusan dan kesimpulan.
  6. Menentukan pilihan penyelesaian. Kecakapan membuat altenatif penyelesaian, kecakapan dengan memperhitungkan akibat yang terjadi pada setiap pilihan. 

Selanjutnya, kemampuan pemecahan masalah siswa menurut langkah Polya beserta indikatornya, yaitu:

1. Memahami masalah

  • Menuliskan hal yang diketahui. 
  • Menuliskan hal yang ditanyakan. 
  • Menuliskan hal yang tidak diketahui/ menuliskan apakah informasi yang diperlukan sudah cukup. 
  • Menyusun argumen mengenai gambaran/alternatif yang harus dipenuhi.

2. Menyusun rencana pemecahan masalah

  • Memperkirakan strategi/rumus yang akan digunakan dalam pemecahan masalah. 
  • Menyusun rencana pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta yang diberikan, pengetahuan prasyarat, dan prosedur yang jelas.

3. Melaksanakan rencana pemecahan masalah

  • Menyelesaikan masalah dengan rencana/strategi yang telah dipilih/ditentukan. 
  • Mengambil keputusan dan tindakan dengan menentukan dan mengkomunikasikan kesimpulan akhir.

4. Mengecek kembali hasil pemecahan masalah

  • Memeriksa kebenaran hasil pada setiap langkah yang dilakukan dalam pemecahan masalah. 
  • Menyusun penyelesaian masalah dengan langkah yang berbeda.
  • Menggunakan hasil atau metode untuk masalah lain.

Adapun langkah-langkah metode Problem Solving menurut Hamiyah dan Jauhar (2014:129) sebagai berikut:

  1. Menyiapkan isu/masalah yang jelas untuk dipecahkan. 
  2. Menyajikan masalah. 
  3. Mengumpulkan data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. 
  4. Merumuskan hipotesis. 
  5. Menguji hipotesis. 
  6. Menyimpulkan.

Agar hasil yang diharapkan sesuai dengan yang diinginkan maka proses pembelajaran harus sesuai dengan tahap-tahap yang sudah dibuat. Hal ini juga akan membuat siswa lebih mudah untuk memahami alur dari metode yang dipakai dalam proses pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving

Pada suatu Metode Pembelajaran pasti terdapat kelebihan dan kelemahan tidak terkecuali Metode Problem Solving. Hal ini dikarenakan kondisi yang berbeda-beda pada objek penellitian. 

Djamarah (2010:92), menjelaskan kelebihan dan kelemahan Metode Problem Solving antara lain adalah:

Kelebihannya:

  • Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja. 
  • Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, hal ini merupakan kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia. 
  • Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan proses runtut dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencapai pemecahannya. 

Kekurangannya:

  • Kesulitan dalam menentukan tingkat kesulitan masalah. Solusi yang dapat diterapkan adalah menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa. 
  • Membutuhkan alokasi waktu yang relatif lebih lama dibandingkan model pembelajaran lain. Solusi yang dapat digunakan adalah dengan membagi pokok bahasan menjadi bagian-bagian kecil yang masih tetap saling berhubungan sehingga membutuhkan waktu yang relatif lebih sedikit untuk menyelesaikannya. 
  • Kebiasaan belajar siswa yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran Problem Solving. Solusi yang dapat digunakan adalah mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok melalui berbagai sumber belajar. 

Sedangkan menurut Hamiyah dan Jauhar (2014: 130-131) ada beberapa kelebihan dan kekurangan Metode Problem Solving, adalah sebagai berikut: 

Kelebihannya:

  • Membuat pendidikan di sekolah mejadi relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja. 
  • Dapat berpikir dan bertindak kreatif. 
  • Dapat mengembangkan rasa tanggung jawab. 
  • Para siswa dapat diajak untuk lebih menghargai orang lain. 
  • Dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. 
  • Dapat merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

Kekuranganya:

  • Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran lain. 
  • Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman siswa memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
  • Bagi siswa yang kurang memahami pelajaran tertentu, maka pengajaran dengan metode ini sangat membosankan dan menghilangkan semangat belajarnya.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan para ahli diatas dapat dirangkum bahwa Metode Problem Solving adalah cara megajar guru yang bertujuan mengetahui bagaimana tindakan dan pemikiran-pemikiran siswa dalam memecahkan masalah dengan logis, kritis, mandiri dan analistis untuk menarik kesimpulan dari masalah.

Langkah-langkah dalam Metode Problem Solving dimulai dari:

  1. Menyiapkan isu/masalah yang jelas untuk dipecahkan, 
  2. Menyajikan masalah, 
  3. Mengumpulkan data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut,
  4. Merumuskan hipotesis, 
  5. Menguji hipotesis dan 
  6. Menyimpulkan. 

Metode ini mengarah ke proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemandiran dan prestasi belajar peserta didik.

Pada implementasinya model problem solving banyak mengalami kendala dalam proses pembelajaran. Kendala disebabkan sulitnya siswa menghubungkan konsep yang telah diperoleh dengan konsep yang akan dipelajari, sehingga terhambat pada tahap analisis masalah dan perencanaan pada sintak Problem Solving. Selain itu daya ingat siswa yang berbeda-beda menyebabkan lambatnya penyelesaian suatu masalah. Hal ini akan berpengaruh dalam proses Problem Solving yang dilakukan.

Terima Kasih.

Salam Literasi!

Post a Comment for "Metode Problem Solving"