Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Tentang Kurikulum Prototipe

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Kurikulum diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. 

Mulai tahun 2022, kurikulum nasional memiliki 3 (tiga) opsi kurikulum yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan untuk pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan), dan Kurikulum Prototipe.

Pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 penting dilakukan untuk mengurangi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) pada peserta didik. Salah satu indikasi (learning loss) yang tampak adalah berkurangnya kemajuan belajar dari kelas 1 ke kelas 2 SD setelah satu tahun pandemi.

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Kurikulum prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serat memberi ruang luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar. 

Karakteristik Utama Kurikulum Prototipe

Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pembelajaran, yaitu:

  • Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skill dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).
  • Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  • Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Pengembangan Karakter

Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulum-nya.

Dalam struktur kurikulum prototipe, 20-30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.

Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karena karena:

  • Memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning).
  • Mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu.
  • Struktur belajar yang fleksibel.

Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak muliaPelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: 
    • akhlak beragama; 

    • akhlak pribadi; 

    • akhlak kepada manusia; 

    • akhlak kepada alam; dan 

    • akhlak bernegara.

  • Berkebinekaan globalPelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.
  • Bergotong royongPelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
  • MandiriPelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
  • Bernalar kritisPelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.
  • KreatifPelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Tema-tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek

Kemendikbudristek menyediakan 7 (tujuh) tema utama yang perlu dikembangkan menajdi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik.

  1. Bangunlah jiwa dan raganya.
  2. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI.
  3. Bhinneka Tunggal Ika.
  4. Gaya hidup berkelanjutan.
  5. Kearifan lokal.
  6. Kewirausahaan.
  7. Suara Demokrasi.

Contoh pembelajaran berbasis projek:

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Fokus pada Materi Esensial

Pembelajaran yang mendalam (diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek, dan lain-lain) perlu waktu.

Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan ceramah satu arah atau metode lain yang efisien dalam mengejar ketuntasan penyampaian materi.

Kurikulum prototipe berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang/ waktu bagi pengembangan kompetensi [terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi] secara lebih mendalam.

Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah dan Penyusunan Rencana Pembelajaran

Saat iniKurikulum Prototipe
Kerangka kurikulum saat ini mengunci tujuan pembelajaran per tahun.Kurikulum prototipe menetapkan tujuan belajar per fase (2-3 tahun) untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.
Struktur kurikulum saat ini mengunci jam pelajaran per minggu.Kurikulum prototipe menetapkan jam pelajaran per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajaran-nya.

Kerangka Dasar

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Karakteristik Kurikulum di Setiap Jenjang

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Penerapan kurikulum prototipe didukung melalui penyediaan buku teks serta pelatihan dan pendampingan bagi guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan.

  • Buku teks pelajaran dan perangkat ajar pendukung.

    • Buku teks, modul dan perangkat ajar lain disediakan secara digital melalui platform digital untuk guru. Sekolah dapat mengadakan pengadaan buku teks secara mandiri dengn BOS Reguler, dukungan pemda, dan yayasan.
    • Buku teks disediakan melalui SIPLah dengan dana bos, atau cetak mandiri.

  • Pelatihan dan pendampingan guru, kepala sekolah, dan pemda.

    • Pelatihan mandiri bagi guru dan kepala sekolah melalui micro learning di platform digital, pedampingan guru/ kepala sekolah oleh sekolah penggerak angkatan pertama, dan pendampingan oleh pemda.

  • Jam mengajar dan tunjangan profesi guru.

    • Perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru.
    • Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut.

Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum SMP Kelas 7 dan 8 (Asumsi 1 tahun = 36 minggu)

Tentang-Kurikulum-Prototipe

  • Beban belajar terbagi menjadi 2 (dua)
    • Pembelajaran intrakurikuler.
    • Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila 25% dari total JP per tahun.
  • Alokasi waktu 1 JP = 40 menit.
  • Mapel pilihan maksimal 2 JP per minggu atau 72 JP per tahun.
  • Jumlah total JP tidak termasuk JP mapel pilihan.

Struktur Kurikulum SMP Kelas 9 (Asumsi 1 tahun = 36 minggu)

Tentang-Kurikulum-Prototipe

  • Beban belajar terbagi menjadi 2 (dua)
    • Pembelajaran intrakurikuler.
    • Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila 25% dari total JP per tahun.
  • Alokasi waktu 1 JP = 40 menit.
  • Mapel pilihan maksimal 2 JP per minggu atau 64 JP per tahun.

  • Jumlah total JP tidak termasuk JP mapel pilihan.

Format Rapor

Tentang-Kurikulum-Prototipe

Kebijakan bagi Guru Bersertifikat Pendidik (Lampiran III Kepmendikbudristek No 371 Tahun 2021)

  • Dalam hal guru tidak dapat memenuhi beban kerja 24 JP/minggu berdasarkan struktur kurikulum, maka guru dapat diberikan:
    • Tugas tambahan, dan/atau
    • Tugas tambahan lain yang terkait Pendidikan di satuan pendidikan (tugas tambahan sebagai kordinator proyek profil pelajar Pancasila) yang diakui 2 JP/minggu dengan mengampu maksimal 3 rombel.
  • Dalam hal guru masih belum dapat memenuhi beban kerja 24 JP/minggu berdasarkan struktur kurikulum, guru tersebut diakui 24 JP/minggu jika pada kurikulum 2013 telah memenuhi beban kerja 24 JP/minggu.

Terima Kasih.

Salam Literasi!

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia.

Post a Comment for "Tentang Kurikulum Prototipe"