Pentingnya Literasi Digital Bagi Siswa SMA/ Generasi Z (Gen Z)

Table of Contents

Pentingnya Literasi Digital


INFO DAPODIK & PENDIDIKAN - Pentingnya Literasi Digital Bagi Siswa SMA/ Generasi Z (Gen Z) adalah judul dari tulisan ini.

Pada kesempatan kali ini Admin akan menyampaikan informasi mengenai Pentingnya Literasi Digital Bagi Siswa SMA/ Generasi Z (Gen Z) untuk Anda.

Begitu pentingkah Literasi Digital Bagi Siswa SMA/ Generasi Z (Gen Z)?

Untuk itu, silahkan Anda simak penjelasannya di bawah ini ya...

Sistem Pendidikan Nasional (SPN) merujuk pada Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003

Undang - Undang (UU) ini menyatakan secara eksplisit bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

Hasil akhir pendidikan sesuai UU bisa ditempuh lewat jalur kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan kegiatan dari Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kemendikbud Ristek berjalan secara seimbang dan harmonis.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan menjelaskan tentang tujuan pembinaan kesiswaan, untuk:

  • Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas;
  • Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan;
  • Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat;
  • Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, dan menghormati hak asasi manusia untuk mewujudkan masyarakat madani (civil society).

Secara umum ada 10 (sepuluh) kategori materi pembinaan kesiswaan di sekolah, yaitu meliputi sebagai berikut:

  • Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  • Budi pekerti luhur atau akhlak mulia;
  • Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara;
  • Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat majemuk;
  • Kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan;
  • Kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi;
  • Sastra dan budaya;
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
  • Komunikasi dalam Bahasa Inggris.

Literasi digital menjadi semakin penting bagi siswa SMA yang secara umum masuk kategori generasi Z, yaitu generasi yang lahir pada periode pasca-1995.

2 (dua) hal penting agar peserta didik mampu mandiri dan bijak sehingga mereka tidak labil dan menjadi pelaku aktif, yakni: 

Pertama, perkembangan teknologi semakin masif maka peserta didik harus mampu memilih dan memilah yang baik bagi diri dan sekitarnya. 

Kedua, peserta didik harus memahami bahwa peserta didik harus menjadi pengendali teknologi digital dan bukan dikendalikan oleh teknologi tersebut.

Peserta didik harus memiliki manajemen waktu secara proporsional, dan mengontrol dirinya dari aktivitas monster digital, belanja online, chatting via whatsapp, Tiktok, dan instagram sehingga peserta didik tidak melupakan eksistensinya sebagai makhluk individu dan sosial.

Dalam prosesnya, perkembangan digital akan diadopsi oleh setiap orang baik pelan ataupun cepat. 

Setiap individu hampir tidak bisa menghindari adanya perubahan digital tersebut.

Faktanya saat ini sebagian besar orang melewatkan hal-hal penting sadar atau pun tidak sadar seiring waktu. 

Hal ini berakibat peserta didik cenderung jadi tidak produktif, konsumtif, dan kurang pengetahuan serta kurang kompetensi. 

Akhirnya penurunan kualitas sumber daya manusia karena itu upaya pemerintah meminimalisir dampak negatif tersebut dengan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). 

Selain itu, pendidikan harus mampu menghilangkan adanya perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi pada setiap satuan pendidikan.

Tujuan Instruksi Presiden (Inpres) No 12 Tahun 2016 untuk memperbaiki, dan membangun karakter bangsa dengan asas Pancasila. 

Nilai karakter bangsa mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. 

Nilai-nilai tersebut ingin menuju pada martabat budaya bangsa, modern, maju, makmur, dan sejahtera. 

Nilai-nilai ini merupakan gerakan revolusi mental dan merambah seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali bidang pendidikan.

Demikianlah penjelasan singkat di atas mengenai Pentingnya Literasi Digital Bagi Siswa SMA/ Generasi Z (Gen Z), semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia.

Post a Comment